Helwa Bachmid Curhat Penderitaan Pernikahan Siri dengan Habib Bahar bin Smith

Helwa Bachmid adalah seorang model muda asal Kalimantan yang lahir pada 7 Juni 2003. Ia dikenal publik melalui sejumlah prestasi, termasuk Miss ICON PBN 2020 dan gelar Putri Terbaik pada ajang Pesona Batik Nusantara tingkat nasional maupun internasional. Selain aktif di dunia modeling, Helwa juga cukup populer di media sosial, terutama lewat akun Instagram @helwabachmid_, yang menjadi wadah dirinya membagikan aktivitas sebagai model maupun kehidupan pribadi yang kini menjadi sorotan.
Pengakuan Pernikahan Siri
Helwa membuat publik terkejut setelah mengakui bahwa ia telah menikah siri dengan Habib Bahar bin Smith pada 15 November 2024. Pengakuan itu muncul melalui unggahan Instagram berupa ucapan “Happy Anniversary”, yang mengisyaratkan bahwa pernikahan mereka sudah berjalan satu tahun namun disembunyikan dari publik. Unggahan tersebut langsung mengundang perhatian luas, mengingat sosok Bahar yang dikenal sebagai pendakwah dengan pengikut besar.
Derita dan Kekecewaan dalam Rumah Tangga
Dalam curhatan panjang yang ia bagikan, Helwa membeberkan sejumlah luka batin yang ia alami selama menjalani pernikahan siri tersebut.
Beberapa poin yang disorotnya antara lain:
- Ia merasa tidak pernah mendapat bimbingan agama, padahal suaminya dikenal sebagai tokoh agama yang seharusnya menjadi panutan.
- Ia menggambarkan dirinya sebagai “istri cadangan”, yang hanya dihubungi ketika suami membutuhkan sesuatu darinya.
- Komunikasi mereka disebut sering tersendat, bahkan suaminya jarang menanyakan kondisi emosional maupun kesehariannya.
Penjelasan Helwa ini memunculkan gambaran tentang ketidakstabilan hubungan serta kondisi rumah tangga yang jauh dari ideal.
BACA JUGA: Innalillahi, Istri Jenderal (Purn) Wiranto, Hj. Rugaiya Usman, Wafat di Bandung
Perjuangan Sebagai Ibu
Dalam pengakuannya, Helwa juga menyebut bahwa ia kini telah memiliki seorang anak dari pernikahan tersebut. Menurutnya, menjalani peran sebagai ibu seorang diri bukanlah hal mudah, apalagi ketika sosok ayah yang seharusnya hadir justru tak menjalankan tanggung jawab sebagaimana mestinya berdasarkan versinya. Situasi ini membuatnya harus menghadapi banyak beban emosional sekaligus tanggung jawab besar tanpa dukungan yang cukup.
Alasan Helwa Menerima Lamaran
Helwa mengungkap bahwa awalnya ia menolak lamaran Habib Bahar. Namun, rayuan romantis dan janji untuk membimbingnya secara agama membuatnya luluh dan akhirnya menyetujui pernikahan siri tersebut. Sayangnya, harapan akan pendampingan agama dan perhatian yang tulus tidak sesuai harapan.
Alasan Helwa Membuka Suara
Helwa menegaskan bahwa tujuannya berbicara ke publik bukan untuk menjatuhkan Habib Bahar. Ia mengaku mengambil langkah ini karena “rasa sakit yang sudah terlalu lama dipendam dan tak lagi bisa ditahan.” Ia menyebut bahwa semua upaya komunikasi selama ini tidak menghasilkan perubahan, sehingga ia merasa perlu mengungkapkan kebenaran versi dirinya demi mendapatkan kejelasan serta keadilan.
Tanggapan Pihak Lain
Tak lama setelah curhat Helwa viral, pihak keluarga Habib Bahar memberikan respons melalui akun Instagram @official_fadlunbalghoits. Dalam unggahan tersebut ditunjukkan bukti transfer nafkah, sebagai klaim bahwa Bahar telah memenuhi kewajibannya, termasuk membantu biaya pendidikan adik-adik Helwa. Pihak keluarga juga menyatakan bahwa mereka siap melaporkan Helwa ke polisi, menuding bahwa pernyataannya merusak nama baik.
Reaksi Publik dan Sorotan Media
Pengakuan Helwa menjadi viral dan dengan cepat menyebar ke berbagai media. Publik memberikan beragam respons:
- Banyak yang menyoroti bagaimana janji manis di awal hubungan berubah menjadi keterasingan emosional.
- Sebagian lainnya membahas isu lebih luas mengenai tanggung jawab suami dalam pernikahan siri, terutama ketika menyangkut kesejahteraan anak.
- Kasus ini juga memunculkan diskusi mengenai transparansi dalam hubungan yang tidak tercatat secara hukum.
Sorotan media semakin memperbesar perhatian publik, menjadikan kisah Helwa salah satu isu yang paling ramai dibicarakan.
Kisah Helwa Bachmid menunjukkan sisi lain dari pernikahan siri yang penuh risiko, terutama ketika didominasi ketertutupan, kurangnya komunikasi, dan tidak terpenuhinya tanggung jawab. Curhatannya membuka mata banyak pihak bahwa harapan untuk dibimbing secara spiritual dan emosional bisa berubah menjadi kesendirian sebagai ibu, sekaligus menjadi pengingat bahwa setiap hubungan, baik resmi maupun tidak tetap membutuhkan komitmen dan kejujuran.
Recent Posts
Apa Saja Kelebihan dan Kekurangan Kuliah... 24.03.2026/10 View
Cara Mengatur Waktu Saat Menjalani Perkuliahan... 23.03.2026/15 View
Cara Mendapatkan Beasiswa untuk Program Double... 22.03.2026/23 View
Bagaimana Prospek Karier untuk Mahasiswa Lulusan... 21.03.2026/29 View
