Kehilangan Diri dalam Pusaran Cinta


09 Jul 2025/ambar arum putri hapsari/Informasi/231 View

Ada masa ketika aku begitu tenggelam dalam perasaan untuk seseorang. seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar memandangku. Aku mengira bahwa dengan mencintai lebih keras, berkorban lebih banyak, atau menjadi versi terbaik yang kupikir mereka inginkan, suatu hari nanti mereka akan memilihku.

Tapi cinta tak pernah bekerja seperti itu, bukan?

Aku perlahan kehilangan suaraku, menggantikannya dengan apa yang kupikir mereka mau dengar. Aku menyusutkan mimpi-mimpi agar sesuai dengan ruang yang mereka sediakan. Bahkan, aku mulai lupa bagaimana rasanya menjadi diriku sendiri.

Cinta yang Tak Pernah Saling

Cinta seharusnya bukan tentang pertanyaan, "Apa lagi yang bisa kuberi agar kau akhirnya memilihku?"

Cinta seharusnya datang dengan tangan terbuka, bukan dengan satu pihak yang terus merangkak sementara yang lain berdiri diam. Aku belajar—dengan cara yang sakit—bahwa cinta yang tak pernah memilihku bukanlah cinta yang layak kuperjuangkan.

Kembali pada Diri yang Sempat Terlupakan

Hari ini, aku mulai mengumpulkan serpihan diriku yang tercerai-berai. Aku menyadari bahwa sebelum mencintai orang lain, aku harus pulang terlebih dahulu kepada diri sendiri.

Mungkin bukan cerita cinta yang kupilih, tapi ini adalah cerita kebangkitan, saat aku memutuskan untuk berhenti menjadi bayangan dan kembali menjadi cahaya.

Catatan:
Cinta sejati tak seharusnya membuatmu menghilang. Jika kau merasa tersesat dalam perasaan untuk seseorang yang tak pernah memandangmu, ingatlah: dirimu layak untuk dipilih—tanpa syarat.