Sering Dimarahi dan Diperlakukan Kasar oleh Pasangan?


15 Apr 2025/ambar arum putri hapsari/Informasi/452 View

Banyak orang masih salah kaprah mengartikan "sayang". Ada yang berpikir kalau pasangan sering marah, cemburuan, bahkan kasar, itu tandanya perhatian. Padahal, sayang yang sesungguhnya gak akan bikin kamu merasa takut, tertekan, atau kehilangan harga diri.

Kalau kamu punya pasangan yang emosinya sering meledak, mudah tersinggung, atau bahkan menyakitimu secara verbal maupun fisik, itu bukan bukti cinta. Itu adalah tanda hubungan yang gak sehat. Jangan dibiasakan, apalagi dibenarkan.

Marah Boleh, Tapi Ada Batasnya

Dalam hubungan, wajar kok kalau sesekali ada konflik. Tapi kalau marah jadi kebiasaan, apalagi disertai bentakan atau kata-kata yang menyakitkan, itu sudah jadi sinyal merah. Perilaku ini bisa perlahan-lahan merusak kesehatan mental kamu. Kamu bisa jadi sering overthinking, kehilangan kepercayaan diri, atau bahkan merasa tidak berharga.

Dan lebih bahaya lagi kalau kamu mulai membenarkan perlakuan itu dengan pikiran seperti, "Dia cuma lagi capek," atau "Mungkin aku memang salah." Hati-hati, itu bisa jadi awal dari hubungan yang penuh luka.

Kasih Sayang Bukan Tentang Kontrol

Pasangan yang benar-benar sayang akan berusaha mengerti dan menghargai kamu, bukan justru menjadikan kamu pelampiasan. Kata-kata yang kasar, sikap mengintimidasi, atau kebiasaan marah yang gak terkendali bukan bentuk perhatian. Itu adalah bentuk dominasi dan kontrol yang dibungkus cinta palsu.

Kalau Kamu Ada di Posisi Ini, Harus Gimana?

  1. Sadari dan Akui
    Jangan lagi menutupi atau membela perilaku kasar. Terima bahwa ada yang salah dalam hubungan ini.
  2. Ngomong Baik-Baik
    Coba ajak pasangan bicara saat suasana tenang. Jelaskan apa yang kamu rasakan dan minta dia untuk berubah—kalau memang masih bisa diusahakan.
  3. Cari Dukungan Emosional
    Cerita ke teman, keluarga, atau bahkan profesional bisa bantu kamu melihat situasi dengan lebih jelas.
  4. Pikirkan Ulang Hubungan Ini
    Kalau sikap kasar terus berulang dan tidak ada perbaikan, kamu harus berani memutuskan. Bertahan bukan pilihan kalau kamu justru makin hancur.