Yurike Sanger Tutup Usia, Kisah Istri Ketujuh Presiden Soekarno


19 Sep 2025/wizdan ulum/berita/1423 View

Kabar duka datang dari keluarga besar Presiden Soekarno. Yurike Sanger, istri ketujuh Bung Karno, meninggal dunia pada Rabu, 17 September 2025, di San Gorgonio Memorial Hospital, Banning, California, Amerika Serikat. Ia menghembuskan napas terakhir pada usia 80 tahun setelah berjuang melawan kanker payudara.

 

Awal Pertemuan dengan Soekarno

Yurike Sanger lahir pada 22 Mei 1945 di Poso, Sulawesi Tengah. Pada tahun 1963, saat berusia 18 tahun, ia terlibat dalam acara kenegaraan sebagai anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika, yang kemudian mempertemukannya dengan Presiden Soekarno. Setahun setelah pertemuan itu, pada 6 Agustus 1964, Yurike resmi dipersunting oleh Soekarno, menjadikannya istri ketujuh sang proklamator. Demi pernikahan tersebut, Yurike memilih untuk memeluk agama Islam.

 

Dinamika Rumah Tangga dan Perceraian

Pernikahan mereka berlangsung selama sekitar empat tahun, hingga pada 1968, Soekarno memutuskan untuk menceraikan Yurike. Keputusan ini diambil agar Yurike tidak harus ikut menanggung kesulitan hidup bersamanya di tengah situasi politik Indonesia yang memanas pasca-peristiwa G30S PKI. Meskipun pernikahan mereka singkat, kisah hidup Yurike tetap menjadi bagian penting dari perjalanan pribadi Soekarno.

 

Kehidupan Pasca-Pernikahan

Setelah berpisah dari Soekarno, Yurike menikah dengan Subekti Didi, seorang duda dengan dua anak. Mereka kemudian pindah ke Amerika Serikat, di mana Yurike kembali memeluk agama Kristen, agama yang dianutnya sebelum menikah dengan Soekarno. Di negeri barunya, ia hidup jauh dari sorotan publik, hanya sesekali kabar dirinya terdengar melalui media atau keluarga besar.

 

Kepergian dan Rencana Pemulangan Jenazah

Wafatnya Yurike Sanger menjadi penutup perjalanan panjang seorang perempuan yang pernah berada di lingkaran terdekat Bung Karno. Setelah berjuang melawan kanker payudara, ia meninggal di California dan meninggalkan jejak kisah yang tak bisa dipisahkan dari sejarah Indonesia. Jenazahnya direncanakan akan dipulangkan ke Tanah Air dan disemayamkan di Rumah Duka RS Fatmawati, Jakarta Selatan, meski waktu kedatangan jenazah masih menunggu kepastian.